[Review] Film Lion 2016 - Bonjour gens!

Monday, 27 February 2017

[Review] Film Lion 2016


google.com

Akhir bulan Februari, bulan penuh cinta ini saya isi dengan mendownload beberapa film, dan menontonnya sebagian. Salah satu film yang baru (baru banget) saya tonton, adalah Lion. Film ini tayang perdana di Toronto International Film Festival tanggal 10 September 2016, namun secara resmi dirilis di Australia tanggal 19 Januari 2017.

Film dengan rating 8/10 di IMDB ini dibintangi aktor Dev Patel, Rooney Mara, David Wenham, dan Nicole Kidman. Rating yang tinggi membuat saya penasaran, se-hype apasih film ini, apalagi temen yang barusan nonton juga bilang film ini oke banget. Then saya download film ini di salah satu situs gratisan Google, and here’s the review!

Film ini based on true story dari Saroo Brierly, seorang anak laki-laki berumur 5 tahun yang tinggal di Khandwa, India, dan ‘terbawa’ kereta hingga ke Kalkutta. Dia terpisah dari kakaknya Guddu ketika mereka berada di salah satu stasiun kereta di Khandwa tersebut. Dimulailah perjalanan Saroo kecil untuk menemukan keluarganya, mulai dari mencoba membeli tiket kereta namun ditolak karena dia tak bisa bahasa Bengali (di Kalkutta bahasa yang digunakan adalah Bengali dan Saroo hanya bisa bahasa Hindi), selain itu tak ada yang tahu daerah Ganeshtalay, kata yang selalu Saroo ucapkan untuk menyebut daerah tempat tinggalnya. Tak ada yang mau membantu Saroo kecil, hingga ia akhirnya berakhir dengan diadopsi keluarga Australia yang baik hati, John dan Sue Brierly dan tinggal di Hobart, Tasmania selama kurang lebih 20 tahun.

Setelah menjadi dewasa Saroo kecil yang diperankan oleh Sunny Panwar berubah menjadi laki-laki dewasa, gondrong nan seksi Dev Patel. Iya Dev Patel memang menggoda *BLUSH*, bahkan Saroo kecil yang telah dewasa itu berani nakal bersama Rooney Mara *AW!* Dan dimulailah Saroo dewasa, mencari tempat tinggalnya di India melalui Google Earth, dalam film diceritakan Saroo sampai depresi, tertekan tapi tetep hot karena dia merasa terbayangi dengan keluarga kandungnya, tapi dikenyataan saya nggak begitu tahu karena Saroo nggak cerita sama saya ya *lol*
Iya, film ini menceritakan kisah Saroo Brierly menemukan kembali keluarganya, mereka terpisah selama 20 tahun dengan jarak yang begitu jauh, India-Australia. How far away it is man!

Penilaian saya, film ini inspiratif banget sih ya. Gimana ikatan keluarga tu bisa begitu kuat. Saroo yang hidupnya bisa dibilang sudah enak di Hobart sana, tetap masih keinget sama keluarga kandungnya di India. Ditambah bagaimana kecanggihan teknologi bisa begitu hebat membantu orang untuk menemukan apapun, dimanapun, bahkan dengan jarak yang begitu jauh.

Lalu, mengenai Ibu, ya kasih Ibu memang sepanjang masa. Kallu, Ibu Saroo tak pernah berhenti berharap agar Saroo bisa kembali ke pangkuannya. Kallu tak pernah meninggalkan daerah tempat tinggalnya dengan harapan bahwa Saroo-nya akan kembali suatu saat nanti.

Saya salut sama John dan Sue Brierly, mereka mengadopsi karena ingin membantu anak-anak macam Saroo untuk mendapatkan kehidupan lebih baik padahal mereka bisa memiliki anak sendiri, John ataupun Sue hanya memilih tidak memiliki anak. Mereka berpikiran jika mereka memiliki anak sendiri hal ini hanya akan menambah jumlah populasi manusia di bumi dan mungkin itu bukan hal baik bagi mereka, Oh God all of you have a pocketfull respect from me.

Overall film ini recomended banget untuk ditonton, ada beberapa adegan yang agak hot sih sebagai dramanya, tapi tetep nggak mengurangi inti film yang isinya memang bagaimana seseorang berjuang untuk kembali ke rumahnya. 4/5 for Lion, dan 5/5 untuk Dev Patel yang hot.


Thankyou for reading, have a good day Georgeous!
XOXO


3 comments:

  1. Anonymous11/4/17 16:11

    Ketika pertama nonton film Lion saya kira film ini memiliki cerita dan alur yang sama dengan Bajrangi Bhaijaan yg sudah release terlebih dahulu tahun 2015 silam dengan cerita anak kecil yg tersesat jauh dr orang tua/keluarganya. Tapi ternyata setelah pertengahan sampai akhir film saya rasa memang berbeda. Meskipun tdk mungkin juga produsen film akan membuat film dg tema dan alur yg sama persis dg film pendahulunya.

    Mungkin benar seperti yg direviewkan kalo kekuatan film ini terletak di akting Dave Patel yg cukup membuat panas penonton khususnya mbak yg mereview film lion ini.

    Tapi sepertinya Garth Davis sebagai sutradara kurang memperhatikan kehalusan film karena kurang menyajikan epic ketika Saroo melakukan perjalanan dr Australia ke India seperti yg ada di buku autobiografi Saroo sendiri.

    But anyway.. nice review mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya belum baca buku aslinya sih Kak Anon, cuma saya juga setuju kalau perjalanan Ausie-India itu kurang greget ya. Katanya sih abis nonton film ini kebanyakan orang ikut-ikutan bukain google earth, yang paling ngefek sepertinya adegan itu ya... thankyou sudah mampir

      Delete
    2. Anonymous20/4/17 01:09

      Anytime mbak.

      Cobalah main ke gramed lihat autobiografi Saroo. Syukur2 di rak buku sudah ada stok buku Saroo tanpa segel plastik, jd bisa baca bagian2 penting bukunya tanpa harus membeli :))

      Itupun kalo mbak ada waktu karena sepertinya bekerja di media punya kendala terhadap rutinitas dan jadwal yg padat.

      At last, tetap menulis dan mereview ya. Mbak kiki ...

      Delete