Kenapa saya mereview? - Bonjour gens!

Wednesday, 11 January 2017

Kenapa saya mereview?


Ide untuk mencoba mereview produk kecantikan bermula saat saya mulai sering melihat make up tutorial dan review dari beauty bloger dan vloger. Dan kenapa saya mulai melihat mereka? Karena terinfluence dari selebgram yang ternyata kecantikannya tak lepas dari make up *LOL*, awalnya saya pikir mereka cantik alami tanpa embel-embel apapun tapi ternyata itu semua hanyalah dusta HAHAHA! Dan saya mau ikutan berdusta :(

Nggak mutlak seperti itu, tapi sebagai wanita pasti selalu ingin tampil cantik kan? Apalagi diusia twenty something like me kebutuhan akan make up sangat penting untuk menghadiri acara, pesta, lamaran kerja dan kondangan. Hmm... Kondangan... Menikah... Kapan nikah... Mana calonnya... Bu anaknya sudah lulus kapan resepsi nih... Udah gede masa belum ada calon... Ya seperti itulah kehidupan wanita diumur-umur rawan seperti saya.

Nah lalu saya mulai suka belanja make up, apalagi teman-teman di kosan semuanya mengompor-ngompori buat beli make up dan saya mudah tergiur. Apalagi dengan lipstik, meskipun bukan lipstick addict tapi saya suka melihat lipstik dengan warna-warna cerah, atau bold, atau nude yang keliatan menggoda sekali. HMM.. Berhubung saya masih kuliah saat mulai coba-coba make up dimana mahasiswa identik dengan pengiritan tingkat tinggi, jadi saya picky banget soal harga make up. Saya cari product lokal maupun non lokal yang harganya paling pas di kantong saya, ibaratnya seimbanglah antara perut dan muka. Nggak kelaparan tapi muka juga tetep stunning.

Oleh karena itu saya mulai search sana sini make up apa sih yang paling recomended buat kulit berminyak seperti saya. Saya buka satu persatu blog para beauty bloger itu saya baca, saya resapi, saya pahami dan saya cek harganya HAHAHA... Saya lebih mudah paham sama penjelasan beauty bloger itu daripada penjelasan dosen saya yang berjam-jam. Lalu akhirnya saya mulai beli deh produk make up itu satu-persatu, mulai dari bedak tabur biasa, lalu eyeliner (yang sampai sekarang saya masih susah aplikasiinnya), lalu mulai berani beli eyeshadow dan blush on karena undangan pernikahan sudah mulai menyerang.

Semakin kesini produk make up semakin banyak dan bermacam-macam dan yang paling massive perkembangannya adalah lipstik. Hmm memang kurang ajar para produsen lipstik itu, bahkan nggak mengijinkan saya berhenti memikirkan bagaimana cara mendapatkan lipstik dengan warna yang super menggemaskan itu. Mulailah saya hunting lipstik-lipstik itu biar bibir saya semakin ctar dan semakin menor. Pertama kali beli lipstik sepertinya lipstiknya La Tulip yang harganya sekitar Rp. 48.000,- di salah satu counter make up di Semarang. Pertama pakai ke kampus langsung deh ‘Cetar amat bu lipstiknya’ ‘Buset lipstiknya merah bgt Ki’ dan komentar sejenis lainnya, tapi saya cuek karena sudah bertekad ingin memakai lipstik HUH!

Dan begitulah, mulai dari La Tulipe saya berlanjut bereksperimen dengan produk make up lainnya dan sekarang sudah terkumpul beberapa jenis make up mulai dari primer, concealer, bedak, dan beberapa jenis dan lipstik mulai dari lipbalm, lipstik, lipcream. Dan semuanya akan saya review satu persatu di blog saya ini, mungkin bisa dimaafkan jika isinya hanya muka saya yang begitu-begitu aja...

See you on my next review!


Thankyou for reading, have a good day Gorgeous!
XOXO


1 comment:

  1. kamu the next beauty blogger ngantru go go go

    ReplyDelete